Selamat Hari Kartini Ini Wanita Tangguh Indonesia

Selamat Hari Kartini Untuk Semua Wanita Indonesia,

Hari Kartini yang diperingati setiap tgl 21 Maret ini sebagai wujud penghormatan untuk perjungan seluruh wanita Indonesia, sebagai simbol persamaan geder, dan sebagai tanda emansipasi wanita, Ibu Kartini merupakan seorang pahlawan yang tidak menggunakan kekerasan namun tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang ia percaya.

Perempuan memiliki peran yang sangat penting dan berpengaruh besar dalam membangun sebuah bangsa, bahkan perempuan dapat mengguncang dan meruntuhkannya.

Selamat Hari Kartini

Nah Berikut adalah beberapa kartini masa kini yang berasal dari bidang dan latar belakang yang berbeda akan tetapi mereka mampu memberikan kita inspirasi melalui tindakan mereka.

1. Brave Woman ( Amelia Ahmad Yani)

Untuk Penghargaan kategori ini di persembahkan untuk Amelia Ahmad Yani, beliau merupakan putri dari pejuang bangsa Indonesia yakni Ahmad Yani, wanita yang dilahirkan pada tgl 22 Des 1949 di kota malang ini di anggap layak penghargaan ini karena ia sudaah terbukti dapat melewati bebagai cobaan yang menimpa dirinya selama perjaalanan kehidupan dan karir politiknya, ia sudah jatuh bangun didalam dunia politik , sebagai pemimpin Partai peduli Rakyat Nasional (PPRN), bahkan beliau sempat diusir secara paksa dari partai yang ia besarkan

2. Independent Women (Antie Solaiman)

Untuk kategori Independent Women, panitia sepakat untuk menganugerahkannya kepada Antie Solaiman. Wanita kelahiran Yogyakarta, 9 Desember 1952 ini dikenal karena komitmennya membangun tanah papua. Bisa dikatakan ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan rakyat Papua. Dalam dedikasinya, ia menjadi seorang dokter sekaligus guru di puskesmas dan sekolah yang didirikannya untuk masyarakat papua.

3. Inspiring Women (Iffet Veceha Sidharta)

Gelar Inspiring Women dianugerahka kepada Iffet Veceha Sidharta atau akrab disapa Bunda Iffet. Wanita yang menjadi kunci di balik kesuksesan grup band Slank itu dianggap mampu memposisikan dirinya sebagai ibu dan membimbing personel Slank untuk keluar dari jeratan narkoba.

4. Legend Badminton Women (Ivana Lie)

Kategori ini diberikan kepada legenda bulutangkis Indonesia, Ivana Lie. Wanita yang pernah menjadi Juara Denmark Terbuka 1979, Juara Indonesia Terbuka 1983, Juara Sea Games 1979 dan 1983, Juara Taiwan Open 1982 dan 1984, Runner Up Kejuaraan Dunia 1980, dan kejuaraan lainnya ini memang tidak diragukan lagi prestasinya. Namun meski sudah mengharumkan nama bangsa, ia justru sempat tidak diakui secara hukum sebagai warga negara, ia baru memiliki KTP setelah lima tahun mengharumkan nama bangsa.

5. Political Leader Women (Khofifah Indar Parawansa)

Gelar ini diberikan kepada mantan menteri pemberdayaan perempuan, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah selama ini memang dikenal menaruh perhatian pada isu-isu perempuan, termasuk persoalan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di indonesia. Wanita kelahiran 19 Mei 1965 di Surabaya ini juga dianggap tegar dan mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan dalam proses pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur dalam Pilgub Jawa Timur 2013.

6. Business Women (Magda Hutagalung)

Penghargaan kategori ini diberikan kepada Magda Hutagalung, pebisnis sekaligus pengembang PT Dua Cahaya Anugrah ini merupakan pembangun beberapa hotel yang prestisius di Seminyak, Bali dan berperan dalam proses pengembalian kondisi ekonomi di Bali pasca terjadinya Bom Bali 1 dan 2.

7. lifetime achievment (Mooryati Soedibyo)

Dalam malam penganugerahan ini juga diberikan penghargaan lifetime achievment award yang diberikan kepada Mooryati Soedibyo. Ia adalah seorang pengusaha yang sukses dan berkat ketekunanya berwirausaha di bidang jamu atau obat herbal dari sumber daya hayati nusantara ia berhasil mengangkat citra jamu sampai ke luar negeri. Mooryati juga merupakan Direktur Utama PT Mustika Ratu Tbk.

8. Fenomenal Legislator Women (Ferdinanda Ibo Yatipay)

Penghargaan kategori ini jatuh kepada Ferdinanda Ibo Yatipay. Ia adalah anggota DPD yang dikenal vokal membela hak-hak masyarakat Papua. Ia merupakan pelaku sejarah dalam empat masa. Yaitu masa Papua, Papua dan Belanda, Papua dan United Nations Temporary Executive Authority serta Papua dan Indonesia.

Kedelapan gelar penghargaan tersebut diberikan oleh Pena Tanah Air Citra Media Indonesia pada tokoh perempuan Indonesia yang berdedikasi dalam proses pembangunan bangsa melalui bidang mereka masing-masing. Walaupun even penganugerahan tersebut sudah cukup lama yakni bulan Agustus tahun lalu namun perempuan-perempuan tangguh yang berhasil menginspirasi banyak orang memang selayaknya mendapat penghargaan.
Semoga makna Kartini ditahun ini dan juga tahun‐tahun mendatang bukan sekedar memperingati dan mengenang tapi juga muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini dan kedelapan tokoh diatas. Sebuah bangsa akan maju juga tergantung pada kualitas perempuannya. Maju terus Kartini-Kartini Indonesia !!!

Sumber : Kaskus